Lompat ke isi
Kaltim Hub
Olahraga

Badminton Indonesia Incar Kebangkitan di Asian Games 2026

Tim badminton Indonesia membidik kebangkitan pada Asian Games 2026. Skuad Merah Putih berambisi menghentikan catatan buruk usai tanpa medali pada edisi sebelumnya di Hangzhou.

Fitri Qotrunnada Mahdiyah
·2 menit baca
Bagikan
Badminton Indonesia Incar Kebangkitan di Asian Games 2026
Pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin bersiap menghadapi kompetisi bulu tangkis Asian Games 2026. (Sumber: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso via cnnindonesia.com)

KALTIMHUB.com – Tim badminton Indonesia membidik kebangkitan pada Asian Games 2026. Skuad Merah Putih berambisi menghentikan catatan buruk usai tanpa medali pada edisi sebelumnya di Hangzhou.

Kegagalan pada Asian Games 2022 Hangzhou menjadi sejarah kelam bulu tangkis nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim Indonesia pulang tanpa membawa medali dari ajang tersebut.

Pertandingan cabor bulu tangkis Asian Games 2026 akan bertempat di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Laga dijadwalkan berlangsung pada 20 sampai 29 September 2026.

Indonesia mengirimkan 20 atlet untuk berlaga dalam kejuaraan ini. Komposisi skuad terdiri atas 10 atlet putra dan 10 atlet putri.

Pemain ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando, menegaskan komitmen tim untuk berbenah. Ia menilai kekecewaan di Hangzhou harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain.

"Kegagalan di Asian Games Hangzhou kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani," kata Leo dalam keterangan tertulis PBSI pada Senin (14/9/2026).

Rekan duet Leo, Daniel Marthin, mengaku mendapat motivasi tambahan. Ia menyebut kemenangan atas Kim Won Ho dan Seo Seung Jae pada babak pertama China Masters menjadi pemicunya.

Daniel menilai persiapan tim di lokasi latihan berjalan lancar. Ia menyebut suasana kebersamaan antarpemain terus terbangun.

"Hari ini latihannya cukup baik dan programnya adalah menjaga latihan kami yang di Indonesia. Suasana di sini enak dan kebersamaan tim mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari," ujar Daniel.

Persiapan juga dilakukan sektor tunggal putri di bawah arahan pelatih Imam Tohari. Imam menaikkan intensitas latihan untuk memantapkan fisik dan teknik para atlet.

Ia menilai kondisi seluruh pemain tunggal putri berada dalam keadaan baik pada hari pertama. Menurutnya, porsi latihan disesuaikan agar performa atlet terus meningkat.

"Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik," tutur Imam.

Ia menjelaskan bahwa program latihan meliputi teknik pukulan dan pergerakan lapangan. Latihan dijalankan dengan kecepatan sedang agar pemain terbiasa saat bertanding.

"Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa," tambah Imam.