KALTIMHUB.com – BPBD dan DLH Kabupaten Kutai Timur mengapresiasi peran aktif PT Etam Bersama Lestari dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Perusahaan swasta tersebut dinilai sigap membantu pemadaman karhutla di area operasionalnya.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Timur, Nanang, menyebut luasnya wilayah dan terbatasnya personel menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, peran perusahaan terdekat sangat dibutuhkan untuk memadamkan api secara cepat. Aksi cepat ini terbukti saat penanganan kebakaran di Kampung Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, pada 8 September 2026.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama DLH Kutai Timur, Joko Budi Santoso, menjelaskan PT EBL rutin menyosialisasikan pencegahan karhutla. Perusahaan juga membagikan alat pemadam dan rutin memberikan insentif bagi desa yang bebas dari bencana kebakaran. Joko juga mengingatkan sanksi hukum tegas bagi pihak yang sengaja membakar lahan selama kemarau panjang.
General Manager PT EBL, Heri Suhanta Hernanda, menjelaskan perusahaan menerapkan pendekatan preventif, promotif, dan kolaboratif. Pendekatan preventif diwujudkan melalui patroli rutin dan pemetaan wilayah rawan kebakaran. "Pencegahan karhutla baru bisa berjalan efektif jika perusahaan, masyarakat, dan pemerintah bergerak bersama," kata Heri.
Anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk ini mengoperasikan tiga unit pesawat nirawak untuk memantau titik api. Satuan tugas karhutla perusahaan memiliki 237 personel pendukung dan regu inti. Infrastruktur fisik yang disiapkan meliputi 24 menara pantau, sembilan posko patroli, serta 30 titik embung air.
Senior Estate Manager PT EBL, Eri Arnanta Ginting, menyebutkan insentif Desa Bebas Api mencapai Rp50 juta per tahun. Desa Tepian Terap dan Desa Pelawan telah menerima bantuan tersebut sejak 2020. Dana insentif ini dimanfaatkan warga untuk modal usaha peternakan kambing, budi daya jamur, hingga penyewaan tenda.
Sekretaris Camat Sangkulirang, Suwandi, menilai PT EBL sebagai pionir siaga karhutla terintegrasi di wilayahnya. Pengelola BUMDes Jiwata Energi Desa Tepian Terap, Basirun, mengapresiasi bantuan modal yang meningkatkan pendapatan desa.




