Partai NasDem menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada diskusi serius mengenai wacana merger atau fusi dengan partai lain di dalam tubuh organisasi mereka. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada pertengahan April 2026.
Fokus pada Konsolidasi Internal
Mustopa menjelaskan bahwa prioritas utama partai saat ini adalah memperkuat struktur organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat nasional hingga ke dewan pimpinan ranting (DPRt) di akar rumput. Menurutnya, konsolidasi internal jauh lebih mendesak dibandingkan membahas gagasan peleburan dengan partai lain.
Pernyataan Mustopa ini sekaligus merespons berbagai spekulasi yang beredar di kalangan pengamat politik mengenai kemungkinan NasDem bergabung dengan partai-partai lain dalam waktu dekat.
Merger Lazim dalam Politik Indonesia
Meski begitu, Mustopa mengakui bahwa peleburan partai politik bukan hal asing dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Ia mencontohkan fusi partai yang pernah terjadi pada tahun 1973, ketika sejumlah partai bergabung atas berbagai pertimbangan ideologis dan strategis.
Namun demikian, ia menekankan bahwa mewujudkan merger memerlukan pertimbangan mendalam soal keselarasan ideologi, identitas partai, dan eksistensi organisasi ke depan.
Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo
Terkait pemberitaan mengenai pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto yang disebut-sebut membahas isu merger, Mustopa mengaku tidak mengetahui detail isi pembicaraan tersebut. Ia menilai pertemuan semacam itu adalah hal yang lumrah karena NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintahan. Simak perkembangan selanjutnya.