Dampak Kendala Infrastruktur Dasar pada Ekonomi Warga
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman, Margareth Henrika, memberikan pandangan kritis terkait masalah berulang pada pemenuhan layanan dasar masyarakat di Samarinda. Persoalan pasokan air bersih, antrean bahan bakar minyak (BBM), hingga gangguan listrik dinilai bukan sekadar masalah teknis harian, melainkan beban nyata yang mengganggu ekosistem perekonomian daerah.
Pada sektor air bersih, fenomena intrusi air laut ke Sungai Mahakam menyebabkan peningkatan kadar klorida. Dampaknya, sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Samarinda terpaksa mengurangi jam operasionalnya. Hal ini menimbulkan beban ekonomi finansial maupun waktu bagi masyarakat yang terpaksa mencari sumber air alternatif.
Antrean BBM dan Pemadaman Listrik Bebani Sektor Usaha
Selain persoalan air, fenomena antrean panjang BBM jenis Pertalite dan Solar di Samarinda serta Balikpapan turut memicu sorotan. Masalah yang dipicu isu kuota, pola distribusi, lonjakan kebutuhan, hingga potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut menyita waktu warga hingga berjam-jam. Kondisi ini menimbulkan opportunity cost berupa hilangnya potensi pendapatan akibat tertundanya aktivitas bisnis.
Masalah kian kompleks dengan adanya pemadaman listrik yang berdampak langsung pada operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti kedai kopi, binatu, dan penyedia jasa. Gangguan listrik tak hanya memadamkan penerangan, tetapi juga menghentikan arus produksi dan pendapatan harian.
Dorongan Manajemen Risiko dan Sistem Cadangan
Margareth menegaskan bahwa keterbatasan layanan dasar tidak seharusnya dinormalisasi oleh masyarakat. Mengingat air, BBM, dan listrik adalah modal utama roda ekonomi, pemerintah dan pengelola fasilitas publik diminta menyiapkan skema penanganan yang terukur.
Langkah perbaikan yang disarankan mencakup beberapa poin utama:
- Diversifikasi air baku: Penyediaan sumber air dan sistem cadangan untuk mengantisipasi intrusi air laut yang terjadi secara berkala.
- Keandalan jaringan listrik: Kepastian informasi pemadaman yang transparan serta percepatan proses pemulihan jaringan.
- Pengawasan distribusi BBM: Penyempurnaan alokasi dan pengawasan ketat agar BBM bersubsidi tepat sasaran.
Keberhasilan pembangunan daerah ditegaskan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur fisik baru, tetapi juga dari kemudahan dan keandalan akses warga terhadap kebutuhan pokok sehari-hari.




