Lompat ke isi
Kaltim Hub
Lingkungan

Kebakaran lahan di Samarinda dekati runway Bandara APT Pranoto

Kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Sungai Bawang, Kota Samarinda, meluas hingga mendekati area runway Bandara APT Pranoto setelah berkobar selama tiga hari.

Fitri Qotrunnada Mahdiyah
·2 menit baca
Bagikan
Kebakaran lahan di Samarinda dekati runway Bandara APT Pranoto
Kebakaran lahan mendekati area runway Bandara APT Pranoto di Samarinda pada Selasa (15/9/2026). (Sumber: kaltimtoday.co)

KALTIMHUB.com – Petugas gabungan kini berupaya mengendalikan kobaran api yang terus merambat. Medan lahan gambut dan munculnya titik api baru menjadi kendala utama tim di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mencatat telah terjadi 178 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Samarinda hingga Senin (14/9/2026) dengan total luas area terbakar mencapai 308 hektare.

"Lahan yang terbakar di Sungai Bawang luasnya 5 hektare. Di situ memang lahan gambut, akses menuju titik apinya juga agak susah sehingga perlu satgas darat bekerja lebih keras," ujar Suwarso kepada Beritasatu.com di Posko Karhutla Samarinda, Selasa (15/9/2026) pagi.

Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari Satgas Darat Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Unsur yang terlibat meliputi TNI-Polri, petugas pemadam kebakaran, BPBD, pihak bandara, serta relawan.

Selain operasi darat, tim gabungan juga mengerahkan Satgas Udara untuk melakukan pembasahan melalui water bombing secara berulang. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya titik api baru di lahan gambut tersebut.

"Di sana dilaksanakan pemadaman secara gabungan, antara operasi water bombing dengan operasi darat dengan melibatkan seluruh unsur, seperti dari TNI-Polri, pihak bandara, damkar, BPBD bahkan beberapa teman-teman dari Kukar yang di Sungai Bawang itu juga melaksanakan pemadaman dari sisi arah Sungai Bawang," jelas Suwarso.

Akibat kebakaran di Kelurahan Sungai Bawang, area runway Bandara APT Pranoto sempat tertutup kabut asap pada Selasa (15/9/2026) pagi.