KALTIMHUB.com – Pembangunan tersebut mencakup jaringan baru di 36 desa serta perluasan jaringan pada 69 desa lainnya. Sebanyak 20 lokasi di antaranya berada di Kabupaten Kutai Barat.
General Manager PT PLN UID Kaltimra, M Chaliq Fadli, mengatakan bahwa dua lokasi telah rampung dikerjakan. Sementara itu, 19 lokasi lainnya sudah menyelesaikan tahap penanaman tiang listrik.
"Pembangunan infrastruktur listrik ini mencakup jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama pada 69 desa. Khusus di Kabupaten Kutai Barat, terdapat 20 lokasi yang masuk pembangunan listrik desa tahun ini," ujar Chaliq pada Selasa (15/9/2026).
Proses pengerjaan di lokasi lain saat ini masih berlangsung, meliputi penggalian lubang dan mobilisasi peralatan teknis. PLN menargetkan seluruh proyek ini selesai pada Maret 2027.
Chaliq menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk kelancaran program ini. Hal tersebut meliputi penyelesaian izin lahan, kesiapan akses jalan, serta koordinasi dengan instansi terkait.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyatakan bahwa kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam pemerataan listrik. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi di wilayahnya mencapai 89,28 persen.
"Luas wilayah serta sebaran permukiman berjauhan terutama di pedalaman, menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi Kutai Barat 89,28 persen, masih terdapat 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik," kata Frederick.
Untuk wilayah yang sulit dijangkau, PLN menyiapkan opsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya komunal pada 2027. Selain itu, pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan jaringan tegangan menengah dan rendah di sembilan kampung pada semester pertama 2026.




