KALTIMHUB.com – Target tersebut disampaikan Rudy dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Rudy menyoroti kondisi Kaltim sebagai penghasil energi besar namun masih memiliki wilayah yang belum menikmati listrik secara optimal. Ia menekankan pentingnya keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas warga serta iklim investasi.
“Kaltim ini lumbungnya energi, Pak Dirjen. Tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati,” kata Rudy.
Data akhir 2025 menunjukkan terdapat 109 desa dari 1.038 desa dan kelurahan di Kaltim yang belum teraliri listrik PLN. Sebanyak 72 desa di antaranya masih belum terjangkau hingga saat ini, yang tersebar di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Berau, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
Pemprov Kaltim sebelumnya telah melakukan intervensi melalui pemasangan PLTS di 13 desa pada 2025 serta perluasan jaringan listrik di 16 desa. Pada semester I 2026, pemerintah daerah juga telah mengusulkan penyambungan listrik ke 37 desa.
Pelaksana Tugas Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyambut baik upaya percepatan tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh kementerian terhadap pemenuhan kebutuhan listrik di Kalimantan Timur.
“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim dan para bupati. Kami sangat mendukung percepatan penyediaan dan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” ujar Tri.




